| INDONESIA – Hanya dalam satu minggu setelah diselenggarakan dengan sukses rapat Army-to-Army Talk di Bali, dilaksanakan kunjungan resmi yang penting ke Indonesia dalam upaya memperkuat hasil diskusi rapat tersebut. Commander Forces Command Australia, Mayjen Mick Slater dalam empat hari selama 27 – 30 Oktober melakukan serangkaian pertemuan bersama beberapa komandan senior TNI-AD di Jakarta, Bandung maupun Bali. |
|
Pertemuan Mayjen Slater dimulai dengan kunjungan resmi ke Mabes TNI-AD yang disambut dengan hati terbuka oleh KASAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. KASAD menekankan pentingnya peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Australia. Beliau menambahkan adanya kebutuhan untuk terus meningkatkan jumlah kegiatan bilateral Angkatan Darat Indonesia Australia serta mengakui peran penting yang dimainkan oleh Assosiasi Alumni Pertahanan IKAHAN dalam pemeliharaan hubungan erat militer Australia dan Indonesia.
| |
|
Pada pertemuan kedua, yang santai dan penuh canda tawa, Mayjen Slater bersama Pangkostrad Letjen Mulyono membahas kemungkinan pasukan Australia mengikuti Latgab Garuda Shield. Kedua pejabat senior tersebut juga sepakat untuk terus meningkatkan kegiatan bilateral KOSTRAD dan Angkatan Darat Australia. Dengan demikian, Mayjen Slater menawarkan kesempatan beberapa pasukan Kostrad untuk bergabung dengan satuan Angkatan Darat Australia dalam latihan terunggul Australia yaitu ‘Latma Hamel’.
| |
|
Rombongan Australia kemudian berpindah ke kota Bandung untuk bertemu dengan Danseskoad Mayjen TNI Agung Risdhianto. Mayjen Slater mendapatkan kesempatan yang sangat berharga untuk dapat memberikan paparan kepada para Pasis dan Dosen Seskoad berkaitan dengan struktur dan misi Angkatan Darat Australia serta misi dan tugas dari Forces Command Australia serta rincian Rancangan Beersheeba : susunan ulang Angkatan Darat Australia. Paparan tersebut menghasilkan diskusi yang kian interaktif diantara para peserta.
| |
|
Mayjen Slater lalu berlanjut ke Kodiklat TNI-AD dan disambut oleh Dankodiklat AD Letjen TNI Loedwijck F. Paulus. Misi Forces Command Australia adalah gabungan antara Kostrad dan Kodiklat TNI-AD yang berfokus pada pendidikan dan pelatihan untuk pasukan Angkatan Darat Australia. Dengan demikian, kedua perwira tinggi tersebut terlihat sangat serius saat melakukan diskusi mendalam mengenai Pendidikan dan Pelatihan Angkatan Darat masing-masing, termasuk saat membahas metode pemberian pelajaran yang diambil dari pengalaman di medan perang agar dapat dipahami secara menyeluruh oleh para anggotanya.
| |
|
Pertemuan bersama Gubakmil Mayjen TNI Sumardi yang dilakukan pada keesokan harinya membahas mengenai tawaran dari Australia untuk memberikan peluang bagi dua taruna Akmil mengikuti pendidikan di Australian Defence Force Academy di Canberra selama empat tahun. Usai melakukan pertemuan bersama Gubakmil, Mayjen Slater mengunjungi objek wisata utama di Indonesia, Candi Borobudur.
| |
|
Tujuan terakhir dalam kunjungannya adalah mampir ke Bali untuk bertemu dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro. Kunjungan yang berlangsung dengan suasana penuh keakraban dilengkapi dengan penjelasan dari Mayjen Torry mengenai tantangan keamanan di wilayahnya, dimana seperti diketahui secara umum bahwa Bali setiap tahunnya dibanjiri oleh turis dari Australia.
| |
|
Setelah kunjungan empat hari yang cukup padat, Mayjen Slater kembali ke Australia dengan pengertian baru tentang bagaimana dan pro-kontra dari sekian opsi-opsi untuk mengembangkan program kermamil kita, apalagi mengingat peranan Forces Command sebagai pelaksana sekian banyak unsur kerma tersebut di jajaran AD Australia.
|