Indonesia Presidential Scholarship Program di Australian Command and Staff College - 2015Tweet

01 Indonesia Presidential Scholarship

CANBERRA - Pada tanggal 19 Oktober 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan beasiswa kepada 109 orang, yang terdiri dari 88 penerima beasiswa Program Magister dan 21 penerima beasiswa program Doktor, dengan tujuan 50 Universitas terbaik di dunia. Penerima beasiswa berasal dari berbagai kalangan meliputi akademis, pegawai negeri sipil maupun swasta dan termasuk TNI/Polri.

Program “Indonesia Presidential Scholarship” merupakan bagian dari program unggulan yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia sejak masa kepememimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Adapun pendaftaran dan manajemen pengelolaan beasiswa ini dilakukan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bertujuan untuk menyiapkan SDM Indonesia yang unggul.   Dengan “Proyeksi“ tahun 2045 yang bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia, diharapkan bangsa Indonesia menjadi negara yang kuat dalam perekonomian, mempunyai tingkat kesejahteraan penduduk yang merata, memiliki stabilitas politik-keamanan yang terjaga serta mampu berperan penting di dunia internasional. 
02 Indonesia Presidential Scholarship
Berbeda dengan program beasiswa lainnya yang lebih menitikberatkan pada kecakapan akademis, khusus untuk Indonesian Presidential Scholarship lebih melihat pada kualitas kepemimpinan calon penerima beasiswa.   Proses seleksi yang dilaksanakan terdiri dari tiga tahap, meliputi seleksi administrasi, seleksi wawancara dan seleksi tahap akhir yang terdiri dari psikotes, medical check-up dan leadership project. Bahkan kekhasan dari beasiswa ini adalah keputusan akhir kelulusan diputuskan  oleh Presiden.  Atensi yang luar biasa ini ditunjukkan juga melalui pembekalan kepemimpinan langsung dari presiden yang berkesempatan untuk bertatap muka dan meresmikan pemberian beasiswa ini di Indonesia Peace and Security Center, Sentul-Bogor Jawa Barat.
03 Indonesia Presidential Scholarship
Saat ini tercatat sebanyak 34 orang perwira TNI-AD, ALdan AU berkesempatan untuk mengikuti pendidikan setingkat Sesko di negara-negara sahabat yang menyertakan program master bidang Pertahanan dalam kurikulumnya. Adapun salah satu negara tujuan adalah Australia melalui program pendidikan Australian Command and Staff Course (ACSC). Australia sebagai salah satu partner terdekat di kawasan, juga memiliki hubungan kerjasama pertahanan yang sangat erat dengan Indonesia dalam wadah Defence Cooperation Program (DCP). 
04 Indonesia Presidential Scholarship
Sehingga ACSC yang berada di bawah struktur organisasi Australian Defence Course (ADC) menjadi salah satu pilihan terbaik untuk perwira TNI yang menerima program Indonesian Presidential Scholarship. ACSC dikenal sebagai lembaga pendidikan profesi yang memberikan pengetahuan militer yang bersifat gabungan (joint operation) dari tiga matra (darat-laut-udara). Ini merupakan nilai tambah bagi perwira TNI yang sedang mengikuti pendidikan di ACSC karena disamping mendapatkan Pendidikan Militer, ACSC memiliki kerjasama dengan Australian National University (ANU) yang merupakan universitas terbaik di Australia, bahkan termasuk juga dalam daftar 50 Universitas terbaik di dunia. Dengan standar pendidikan tinggi yang dimiliki oleh ANU, peserta didik ACSC juga akan menerima gelar Master of Military and Defence Studies apabila berhasil menyelesaikan pendidikan dan kemampuan atas pengetahuan tentang militer profesional dan pertahanan negara yang dikembangkan dalam kurikulum program master ANU. 
05 Indonesia Presidential Scholarship
  (Penulis : Atase Laut Indonesia untuk Australia, Kolonel Laut (P) Didik Kurniawan, MSi)