Kerma Intelijen Dipererat dengan Kunker Kabais ke AustraliaTweet

01 Kabais Visit Australia 2015

CANBERRA - Menghadapi berbagai macam ancaman dewasa ini memerlukan tanggapan intelijen di kawasan Asia Tenggara yang bersifat kerjasama.  Ancaman foreign fighters, yaitu warga Negara yang ikut serta dalam perang di Irak, Suriah atas nama ISIS memerlukan kerja sama di bidang intelijen antara kedua negara kita.

Mayjen TNI Erwin Syafitri serta rombongan Bais mengunjungi beberapa instansi intelijen di Australia selama 16 sampai dengan 19 Maret 2015.  Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat pertukaran intelijen mengenai hal-hal penting bagi kedua Negara kita.  

Kabais juga sempat kembali ke Pangkalan ‘Kokoda’ di Canungra dalam rangka mengunjungi Pusat Pendidikan Intelijen (Defence Force School of Intelligence, DFSI) yang terletak di pegunungan Canungra tidak begitu jauh dari obyek wisata Gold Coast.  Menariknya, Pak Erwin sempat mengikuti Junior Officer Close Country Instructor Training (JOCCIT) pada tahun 1985 dan merasa nostalgia mengingat kegiatan JOCCIT tersebut.  Komandan Pusdikintel, Letkol Arran Hassell serta stafnya sempat memberikan paparan mengenai kursus-kursus yang dilaksanakan di DFSI serta sarana dan prasarana.

Di Canberra, fokus utama adalah kunjungan resmi Kabais dengan Director Defence Intelligence Organisation, Marsda John McGarry.  Kedua pimpinan instansi intelijen tersebut membahas langkah untuk mempererat dan memperdalam hubungan intelijen bilateral antara TNI dan Australian Defence Force.

Kabais serta rombongan juga melaksanakan kunjungan resmi dengan Deputy Chief Joint Operations, Mayjen Shane Caughey di Mako Operasi Gabungan (Headquarters Joint Operations Command).  Pada kesempatan itu, Kabais serta rombongan mendapatkan tanggapan dari Staf Intelijen (J2) terhadap badai topan ‘Pam’ yang melandai Vanuatu tanggal 14 Maret.  Lebih lanjut, Staf Bais dipertunjukkan proses dukungan intelijen dari HQJOC ke Satgasgab (Joint Task Force) yang dikerahkan ke luar negeri.