Pada hari kedua, delegasi melanjutkan kunjungannya ke beberapa lokasi bersejarah termasuk ‘Bukit 87’ (juga disebut Tank Hill) yang terletak di dalam lapangan PT Chevron Indonesia. Di atas bukit tersebut terdapat bekas tank ‘Matilda’ yang bagian-bagian tertentu telah dirakit kembali dijadikan semacam ‘tugu Tentara Australia’. Sebagaimana dikenal masyarakat umum di sana, lokasi PT Chevron dan tugu tersebut digunakan untuk peringatan Hari Anzac setiap tahunnya.
Lalu pada tanggal 21 April, delegasi berlanjut mengunjungi tempat bersejarah Perang Dunia Kedua di Tarakan. Selain melakukan kunjungan, mereka meninjau lokasi meriam anti-kapal Jepang yang masih terletak di samping pantai serta sejumlah bunker senjata mesin berlapis baja yang terletak di hutan disamping bandara. Bunker tersebut dahulu digunakan oleh pasukan Jepang untuk mempertahankan bandara dari pasukan para Sekutu. Menjelang sore, delegasi memasuki daerah hutan untuk mencoba menemukan puing-puing perang yang lain. Dengan menggunakan peta tua dan keterampilan militer dasar, mereka berhasil menemukan dua situs signifikan yang telah tercatat dalam buku-buku sejarah Perang Dunia Kedua.
Kedua tamtama tersebut terlihat sangat senang dan bangga dengan penghargaan Jonathan Church Award tsb, yang memberikannya kesempatan untuk berkunjung ke lokasi bersejarah dimana ribuan pasukan Australia pernah terlibat dalam perang. Sempat terlihat beberapa kali juga mereka berdua berhenti dan menyepi, membayangkan betapa sulitnya tugas para pendahulunya dalam melawan pasukan Jepang di sana, maupun alangkah kerasnya berperang di medan tropis dan berbukit-bukit itu sehingga telah menelan 500 jiwa pasukan Australia pada bulan Mei s/d Juli 1945.